5 Situs Anti-Linux

Postby JareD_Let0 » Sun Nov 15, 2009 6:38 pm

Linux sebagai sebuah sistem operasi ternyata tidak selalu disukai oleh banyak orang. Bagi para ‘anti-linux’ mengungkapkan rasa tidak suka mereka ungkapkan dalam bentuk situs. Berikut beberapa situs yang tergolong ‘anti-linux’ dan cukup aktif menyuarakan ketidaksukaannya terhadap sistem operasi Linux baik melalui kritikan-kritikan pedas maupun melalui cemoohan:

1)Why Linux Sucks: Situs yang mungkin bukan golongan anti-linux tapi isi situs ini adalah artikel-artikel yang memandang Linux dari sudut pandang yang berbeda dan lebih tepatnya mungkin berisikan kritikan-kritikan bagi mereka yang terlibat mengembangkan Linux dan para penggunanya.
http://www.whylinuxsucks.org/

2) Linux Hater’s Blog: Blog yang satu ini cukup aktif menuliskan kebenciannya terhadap Linux. Dalam satu postingan bisa terjadi ratusan komentar pro dan kontra tentang siapa yang benar dan siapa yang salah. Cukup menyengat juga jika anda pecinta Linux membaca artikel-artikel yang ada di blog ini :). Bahkan si pemilik blog ini pun mempunyai toko yang menjual kaos anti-linux dan secangkir kopi. http://linuxhaters.blogspot.com/
Image

3) Promoting Linux: Situs yang tidak menyukai Linux dan diungkapkan dalam bentuk parodi. Beberapa kutipan dari situsnya:

Code: Select all
“Saya mencoba Linux dan itu 'membakar' saya. Sayangnya. Sekarang saya menggunakan Windows karena bisa dengan mudah dijalankan.”

“Kebebasan untuk menulis driver perangkat-perangkat dan mengkompile ulang kernel bukanlah kebebasan sama sekali.”

“Kami tahu siapa anda. Kami siapa membunuh anda!” — Tim Kernel Linux

http://www.promotinglinux.com/

4) LinSux: Sebuah Forum yang menunjukkan ketidaksukaan terhadap Linux. Sampai saat ini jumlah anggota forum tersebut mencapai 101anggota.
http://linsux.org/

5) Jerry Lee Cooper: Meskipun blog ini sudah cukup lama tidak diupdate tapi hampir seluruh isinya menyampaikan sebuah pesan bahwa Linux payah dan Windows berjaya. http://jerryleecooper.com/

Blog dan situs-situs diatas memang akan selalu bermunculan seiring perkembangan Linux yang cukup pesat. Rasa benci atau tidak suka terhadap Linux selama dalam kerangka kritik yang membangun tentu sangat bermanfaat bagi para pengembang Linux tapi jika kebencian itu cuma berupa cemoohan maka akan terlihat nantinya siapakah yang lebih cerdas, pengguna Linux atau pengguna Windows.

terkadang database driver yang terdapat di system operasi linux yang kita gunakan tidak 100% bekerja dengan baik, tp bukan berarti kita harus harus menyalahkan SOnya, bisa jadi ada kesalahan pada saat instalasi, ataupun konfigurasinya, sehingga kita harus menginstallnya secara manual, yah! salah satunya pada driver printer canon ip1300.. jika anda gagal menginstall driver secara otomotis, anda bisa mencobanya secara manual,

step 1:
download driver canon disini , dan install alien untuk mengkonversi .rpm ke .deb
$sudo apt-get install alien

step 2:
extract file tersebut
$tar -xvzf iP2200_Linux_260.tar.gz

step 3:
Delete file yang tidak kita butuhkan
$rm -r cnijfilter-common-2.60-1.src.rpm

step 3:
convert file .rpm ke .deb
$sudo alien -d -c *.rpm

step 4:
install file .deb yang sudah di convert
$sudo dpkg -i *.deb

step 5:
kita membutuhkan beberapa file pendukung yaitu libgtk1.2
$sudo apt-get install libgtk1.2

step 6:
buat link diantara file untuk lebih jelas, “$man ln”
$sudo ln -s /usr/lib/libpng12.so.0 /usr/lib/libpng.so.3
$sudo ln -s /usr/lib/libxml2.so.2 /usr/lib/libxml.so.1
$sudo ln -s /usr/lib/libpng12.so.0 /usr/lib/libpng.so.2
$sudo ln -s /usr/lib/libtiff.so.4 /usr/lib/libtiff.so.3

step 7:
configurasi file ip2200.ppd konfigurasi default tetap bisa bekerja, dibawah ini hanya meningkatkan hasil dari printer anda,Buatlah pilihan Anda sebagai tingkat detail yang Anda butuhkan.
$sudo gedit /usr/share/cups/model/canonip2200.ppd

*OpenUI *CNQuality/Quality: PickOne
*DefaultCNQuality: 3
*CNQuality 2/High: “2″
*CNQuality 3/Normal: “3″
*CNQuality 4/Standard: “4″
*CNQuality 5/Economy: “5″
*CloseUI: *CNQuality

*OpenUI *Resolution/Output Resolution: PickOne
*DefaultResolution: 600
*Resolution 600/600 dpi: “<>setpagedevice”
*Resolution 1200/1200 dpi: “<>setpagedevice”
*Resolution 2400/2400 dpi: “<>setpagedevice”
*CloseUI: *Resolution

step 8:
restart CUPS
$sudo killall cupsd
$sudo cupsd

step 9:
tambahkan printer anda, buka printer configuration, pilih canon ip1300 usb # entry.. ketika diminta untuk memilih secara manual pilih “provide PPD file” dan arah kan ke /usr/share/cups/model/canonip2200.ppd dan test print ….

OpenSUSE LiveUSB adalah distro Linux OpenSUSE yang dapat dijalankan langsung dari USB Flash Disk. Jika OpenSUSE LiveCD adalah OpenSUSE yang dijalankan langsung dari CD seperti halnya Knoppix, OpenSUSE LiveUSB menggunakan media Flash Disk untuk menjalankannya. Kita hanya perlu mengubah boot device priority pada BIOS atau bisa juga secara langsung pada saat hendak booting (F9, F12 atau F8 tergantung konfigurasi komputer untuk boot device priority).

Berikut adalah beberapa keuntungan menggunakan LiveUSB :

  1. LiveUSB bisa menyimpan data. Berbeda dengan LiveCD yang tidak bisa menyimpan data kedalam medianya (karena CD bersifat Read Only), LiveUSB dapat dijalankan dan dapat menyimpan perubahan dengan leluasa
  2. Cepat dan mudah diakses. LiveUSBjauh lebih cepat dan lebih mudah digunakan karena LiveUSB bertindak sebagaimana harddisk dalam suatu komputer
  3. Tersedia port USB pada setiap komputer. Sebagian besar komputer yang ada sekarang mendukung port USB, bahkan ada komputer yang memiliki port USB > 4. Tersedia juga perpanjangan port USB (extended USB port 1menjadi 4 misalnya) sehingga LiveUSB tidak memerlukan investasi hardware baru seperti halnya menggunakan CD ROM
  4. Tidak semua komputer memiliki CD ROM/DVD ROM. Selain pertimbangan investasi, juga karena kita dapat menggunakan media CD ROM/DVD ROM yang dishare dari komputer lain
  5. Dapat dimodifikasi dan dicustomisasi. Karena dapat menyimpan data, kita dapat mengubah personalisasi dari OpenSUSE LiveUSB secara mudah.
  6. Bersifat Mobile. Jika anda meminjam komputer orang lain atau menggunakan komputer ditempat umum, anda bisa menggunakan komputer tanpa harus khawatir terserang virus dengan menggunakan OpenSUSE LiveUSB sebagai media utama
  7. Harga Flash Disk yang relatif murah. Flash Disk ukuran 1 GB seharga kurang dari 100 ribu sudah dapat dipakai sebagai OpenSUSE LiveUSB, dengan kapasitas sisa sebesar 300 MB (space yang digunakan oleh sistem OpenSUSE LiveUSB sekitar 700 MB, dapat dikurangi / ditambah).

Panduan berikut akan menggunakan cara yang mudah dengan memanfaatkan zypper package manager. Jika anda baru menggunakan OpenSUSE, hanya butuh waktu sebentar untuk beradaptasi dengannya.

  1. Siapkan DVD Instalasi dan LiveCD OpenSUSE
  2. Install openSUSE secara default. Cara termudah adalah menggunakan openSUSE liveCD. Hanya butuh 7 langkah mudah untuk melakukan instalasi menggunakan OpenSUSE LiveCD. Jika ingin opsi yang lebih banyak, silakan gunakan DVD Instalasi OpenSUSE
  3. Copy seluruh isi DVD kedalam suatu folder tertentu, misalnya folder /home/vavai/opensuse-dvd atau /mnt/iso. Contoh disini menggunakan folder /mnt/iso. Gunakan akses root untuk menyimpan ke folder /mnt.
  4. Jika memiliki file ISO, kita dapat menggunakannya juga dengan perintah : mount -o loop lokasi-dan-nama-file-iso nama-folder-yang-dituju misalnya : mount -o loop openSUSE-10.3-GM-DVD-i386.iso /mnt/iso
  5. Tambahkan repository KIWI
  6. zypper sa http://download.opensuse.org/repositories/openSUSE:/Tools/openSUSE_10.3 kiwi

  7. Install KIWI dan kawan-kawan :-D
  8. zypper in kiwi kiwi-desc-livesystem kiwi-desc-usbboot

  9. Lakukan perubahan pada file usbboot config.xml yang terletak di folder /usr/share/kiwi/image/usbboot/suse-10.3/ dan ganti baris berikut dengan alamat folder tempat hasil copy isi DVD OpenSUSE (hasil pada no 3 & 4) :
  10. <repository type="yast2" status="replaceable">
    <source path="/image/CDs/full-10.3-i386"/>
    </repository>

    Menjadi seperti ini :

    <repository type="yast2" status="replaceable">
    <source path="/mnt/iso"/>
    </repository>

  11. Lakukan perubahan pada file livecd config.xml yang terletak pada folder /usr/share/kiwi/image/kwliveCD-suse-10.3 dan ganti baris berikut dengan alamat folder tempat hasil copy isi DVD OpenSUSE (hasil pada no 3 & 4) :
  12. <repository type="yast2">
    <source path="/mounts/dist/install/SLP/openSUSE-10.3-GM-DVD/i386/DVD1/"/>
    </repository>
    <repository type="rpm-md">
    <source path="http://download.opensuse.org/repositories/openSUSE:/10.3:/Testing/openSUSE_10.3/"/>
    </repository>
    <repository type="rpm-md">
    <source path="http://download.opensuse.org/update/10.3/"/>
    </repository>

    Menjadi :

    <repository type="yast2">
    <source path="/mnt/iso/"/>
    </repository>

    Repo http://download.opensuse.org bisa dihapus karena kita akan menggunakan repo lokal. Jika memiliki akses internet bagus dan hendak sekaligus melakukan update paket, biarkan alamat tersebut

  13. KIWI terbaru memberikan peringatan soal sistem penomoran KIWI (Mestinya memuat version number, major dan minor changes), jadi, ubah baris ini : <version>2.5</version> menjadi misalnya <version>2.5.0</version>
  14. Hapus file .checksum.md5 pada folder /usr/share/kiwi/image/usbboot/suse-10.3/ (File ini merupakan hidden file, jadi gunakan pilihan show hidden files jika membukanya menggunakan file manager seperti konqueror)
  15. Hapus folder temporary kiwi
  16. rm -rf /tmp/kiwi*

  17. Jalankan Kiwi untuk membentuk image folder sistem live (ganti KDE dengan GNOME jika ingin menggunakan GNOME desktop manager)
  18. kiwi --prepare /usr/share/kiwi/image/kwliveCD-suse-10.3 --root /tmp/kiwi-tmp --add-profile KDE --logfile terminal

  19. Kiwi akan melakukan proses beberapa saat tergantung kecepatan komputer dan akan berakhir dengan pesan “KIWI exited successfully done”. Jika anda mendapat pesan lain, silakan sesuaikan konfigurasi dengan pesan yang muncul ;-)
  20. Buat image LiveCD yang sudah dikompress. Proses ini akan menghasilkan file image dengan nama openSUSE-10.3.i686-2.5.0 (2.5.0 tergantung versi yang diset pada config.xml) pada folder /tmp/kiwi-image/
  21. mkdir /tmp/kiwi-image
    kiwi --type usb --create /tmp/kiwi-tmp -d /tmp/kiwi-image --logfile terminal

  22. Tancapkan USB flash disk dan tentukan lokasi dari USB flash disk tersebut pada folder /dev (perintah ls /dev/sd* akan menapilkan USB Flash disk pada akhir nama device. Jika kita punya 1 harddisk dan 1 USB, USB aka dikenali sebagai /dev/sdb. Jika punya 2 harddisk maka USB akan dikenali sebagai /dev/sdc. Perhatikan jumlah partisi pada USB (/dev/sdb1, /dev/sdb2 misalnya)
  23. Umount flash disk dengan perintah umount pada konsole (misalnya : umount /dev/sdc1)
  24. Buat bootable OpenSUSE LiveUSB stick dengan perintah :
  25. kiwi --bootstick /tmp/kiwi-image/initrd-usbboot-suse-10.3.i686-2.1.1.splash.gz --bootstick-system /tmp/kiwi-image/openSUSE-10.3.i686-2.5.0

  26. Restart komputer dan ujicoba OpenSUSE LiveUSB dengan memilih flash disk sebagai pilihan pertama pada boot device priority.

Cara diatas adalah prosedur yang dilakukan untuk membuat OpenSUSE LiveUSB menggunakan OpenSUSE 10.3 sebagai dasarnya, namun keseluruhan proses *semestinya* dapat diaplikasikan pada OpenSUSE 11.0 atau versi terbaru dari OpenSUSE dengan beberapa modifikasi kecil. Jangan lupa untuk mengubah path sesuai dengan versi OpenSUSE yang digunakan.

Saya mencari berbagai topik dan dan cara untuk membuat openSUSE Live USB dan beberapa diantaranya cukup menarik untuk dicoba. Setelah mencoba dan mereview beberapa tips, berikut adalah cara termudah membuat openSUSE Live USB menggunakan sistem Windows :-P .

Mengapa harus menggunakan Windows ? Tentu saja tidak ada keharusan. Penggunaan sistem Windows ditujukan bagi para pengguna Windows yang ingin mencoba openSUSE menggunakan LiveUSB tanpa harus melakukan instalasi dan tanpa harus takut ada masalah dengan data dan sistem yang ada.

Berikut adalah summary dari proses pembuatannya :
KEUNTUNGAN

  1. Tutorial ini dapat digunakan baik di Windows maupun di Linux. Letak perbedaan hanya pada proses pembuatan bootable Live USB (penggunaan syslinux)
  2. Tidak memerlukan proses instalasi openSUSE terlebih dahulu seperti halnya KIWI. Hanya memerlukan prose download ISO LiveCD dan tools untuk ekstrak ISO (utility gratis 7-zip bisa melakukannya)
  3. Dapat menggunakan file sistem FAT 32 sehingga USB Flash Disk tetap dapat digunakan untuk menyimpan file dari Windows, Linux maupun Mac.
  4. Mudah, hanya perlu beberapa langkah singkat
  5. Proses cepat, membutuhkan waktu beberapa menit saja. Proses terlama adalah melakukan copy ISO image sebesar 700 MB ;-)

PERSIAPAN

  1. Siapkan USB Flash Disk minimal 1 GB
  2. Download versi terakhir dari syslinux
  3. Download hasil modifikasi initrd – namanya initrdud – dari uploads Blog Vavai. Modifikasi initrd ini memuat perubahan boot dari CD ke USB dan penambahan modules NLS untuk character set FAT 32
  4. Download ISO openSUSE LiveCD. Saat tulisan ini dibuat, saya menggunakan openSUSE 11.0 RC 1

MEMBUAT BOOTABLE LIVEUSB

  1. Jalankan Windows
  2. Tancapkan USB Flash Disk
  3. Ekstrak hasil download syslinux
  4. Buka DOS Prompt (Command Prompt)
  5. Pindah ke folder hasil ekstrak syslinux, masuk ke folder win32
  6. Jalankan perintah syslinux -ma driver-letter-of-flash-disk, misalnya : syslinux -ma E: dengan E adalah driver USB Flash Disk. Note : Proses pembuatan bootable disk sangat cepat jadi jangan menunggu berlama-lama :-D

PROSES PEMBUATAN LIVE USB

  1. Tancapkan ulang USB Flash Disk yang sudah bootable
  2. Buat folder sementara untuk hasil ekstrak ISO LiveCD, misalnya folder liveiso
  3. Ekstrak ISO LiveCD menggunakan 7-zip atau winrar ke folder liveiso
  4. Copy semua isi dari liveiso ke USB Flash disk
  5. Copy semua isi folder boot/i386/loader ke USB Flash disk (ke root folde, bukan didalam folder. Maksudnya, copy ke drive E: bukan ke kedalam folder di drive E: )
  6. Rename file isolinux.cfg yang ada di root folder USB Flash disk menjadi syslinux.cfg
  7. Copy file initrdud hasil download ke root folder USB Flash Disk
  8. Buat perubahan kecil pada file syslinux.cfg agar menggunakan initrdud, bukan initrd. Lakukan perubahan pada baris ini : append initrd=initrd ramdisk_size=512000 ramdisk_blocksize=4096 splash=silent showopts menjadi append initrd=initrdud kiwidebug=1 ramdisk_size=512000 ramdisk_blocksize=4096 splash=silent showopts Opsi kiwidebug=1 akan menampilkan pesan error apapun :-D ke terminal

TESTING

  1. Boot komputer dengan prioritas boot adalah USB HDD. Sebagian besar komputer terbaru mestinya sudah mendukung pilihan ini. Jika menggunakan laptop atau komputer yang mendukung perubahan boot on the fly, ubah pilihan dengan menekan tombol keyboard F12, F8, F9 atau tombol lain sesuai dengan konfigurasi komputer anda
  2. Saat booting, tekan ENTER saat ada pilihan untuk boot. Mengetik tulisan Live-System seperti yang diminta akan menimbulkan pesan kesalahan. KIta dapat memodifikasi pesan ini namun hal ini tidak terlalu bermasalah andaikan dibiarkan demikian adanya :-)

“Perseteruan” antara linux user dan salah satu OS yang banyak dipakai di dunia pada jaman beberapa tahun yang lalu sangat kentara terlihat. Meski ada “perdamaian” antara salah satu pemain besar Linux dengan OS yang satu ini, sepertinya “Perseteruan Dingin” ini masih berlanjut. Tidak sedikit “newbies” sudah berani memasang Wallpaper bernuansakan “Peperangan dan Perseteruan” antara Linux OS dan OS tersebut. Banyak juga para artis digital memupuk perseteruan ini dengan gambar-gambar lucu namun nuansa provokatifnya kental sekali.

Jaman terus berlalu dengan tidak terasa. Seiring dengan perkembangan Linux yang super pesat ditambah berkembangnya jumlah distro dengan segudang teknologi dan keindahan desktopnya maka menurut pengamatan saya pengguna Linux kini mulai terkonsentrasi pada berbagai komunitas berbasis distro. Sebutlah di Indonesia ada beberapa komunitas linux atau lebih tepat disebut komunitas distro yang mulai menggeliat, mulai dari yang sudah mapan dan berjumlah banyak anggotanya seperti Komunitas Ubuntu Indonesia, Komunitas OpenSuse Indonesia, dan yang mulai menggeliat Komunitas Fedora Indonesia.

Hal yang menarik terlihat di berbagai forum Linux berbasis distro ini adalah ego dari masing-masing user distro yang dituangkan pada forum milik komunitas distro based itu. Ego yang mengklaim bahwa distro pilihannya lah yang paling oke punya tak jarang menjadi hal yang menggelitik pribadi di luar komunitas atau pihak yang terkait di dalam komunitas tersebut. Tak jarang ada pihak penengah yang menegaskan bahwa Linux lah yang terbaik dan sudah memakai linux itu sudah baik. Ego yang tinggi ini biasanya mengidap pada user yang baru lulus dari tahapan newbie dan pernah dialami pula oleh penulis waktu itu. Hal ini terasa kental pula di setiap institusi yang mulai mengurai ketergantungan akan salah satu produk IT dalam hal ini OS yang berbayar dan mahal ke solusi komunitas. Secara pribadi masing-masing Admin di tiap unit tatkala berdiskusi sarat dengan egoisme sebuah Kotak bernama distro yang kental. Sampai ada komentar lucu di salah satu posting distro 3 besar di dunia dengan menulisan “Perang Distro”.

Padahal di dunia nyata penggunaan linux sangat beragam untuk tujuan tertentu. dan yang memang cocok untuk router dan gateway, ada yang cocok untuk server dan ada yang memang cocok hanya untuk dekstop. Kini setelah berkenalan dengan para user dari distro yang lain (lintas distro) bahwa memang pada dasarnya Distro Linux sendiri mulai menekankan dan berfokus pada rasa dan arah mereka sendiri dan pangsa pengguna tertentu pula. Masing-masing distro punya plus dan minus masing-masing, begitu juga para user. Ada yang lebih senang tantangan, ada pula yang senang dengan kemudahan dan ketidakribetan dalam instalasi dan konfigurasi.

Sharing internet pada jaringan komputer bukanlah hal yang sulit saat ini, bahkan pada jaringan yang memiliki beberapa perbedaan pada sistem operasi di tiap – tiap komputernya sekalipun.

Pada artikel kali ini akan di bahas mengenai sharing koneksi internet dengan menggunakan PCLinuxOS sebagai Gateway dan Ms. Windows atau Linux lainnya sebagai client.

Alasan saya menggunakan Linux sebagai gateway adalah kemampuan filter serangan dari luar yang lebih bagus di bandingkan dengan menggunakan Windows sebagai Gateway.

Pada saat saya menulis artikel ini saya mengunakan PCLinuxOS TinyMe 2008 pada Notebook Fujitsu Pentium III yang saya fungsikan sebagai Mobile Computing dan Gateway pada Lab saya. Pada dasarnya penggunaan dan konfogurasi PCLinuxOS lainnya sama saja dengan PCLinuxOS yang saya gunakan.

* Pastikan ada login sebagai root
* Siapkan 1 Unit komputer yang sudah terinstall PCLinuxOS dengan 1 atau lebih NIC pada komputer tersebut.
* Sambungkan PCLinuxOS kedalam jaringan (LAN) anda baik meggunakan kabel ataupun perangkat wireless. Disini saya menggunakan kabel UTP sebagai jalur komunikasi IP (Internet Protocol) dalam jaringan saya.
* Setelah PCLinuxOS tersambung dan semua komputer bisa berhubungan dengan PCLinuxOS maka langkah selanjutnya adalah membuat sambungan koneksi internet pada PCLinuxOS. Disini saya menggunakan keoneksi internet Dial Up GSM dari Telkomsel Flash (Telkomsel Flash Unlimited ) dengan menggunakan mini USB kabel dan Motorola V3i sebagai modem. Untuk tipe koneksi internet lainnya bisa di sesuaikan dan di konfirmasikan kepada pihak Provider anda.
* Karena saya menggunakan koneksi internet dial up maka saya gunakan Gnome PPP sebagai dialer yang sudah include pada instalasi PCLinuxOS TinyMe2008. Setelah saya pasang modem motorola jalankan Gnome PPP dan masuk ke bagian konfigurasi dengan melakukan klik pada tombol setup.
* Setelah window konfigurasi terbuka klik tombol detect untuk mendeteksi modem secara otomasi. Pastikan modem anda di dukung oleh PCLinuxOS .
* Setelah modem terdeteksi klik pada tombol Init String dan masukan ATCommand pada AT1…. karena saya menggunakan Telkomsel Flash Unlimited string yang saya gunakan adalah sebagai berikut : AT+CGDCONT=1,”IP”,”internet”
* Setelah itu klik OK untuk keluar dari windows Command.
* Masukan no dial yang di tuju…..karena saya menggunakan Dial up GSM maka dial number yang saya gunakan adalah *99# atau *99***1#
* Setelah itu klik tombol OK untuk keluar dan kembali ke dialer Gnome PPP.
* Isikan Username yang sama dengan APN dan begitu juga dengan Password.
* Isikan dial number *99# atau *99***1#
* Setelah semua selesai coba klik tombol Connect untuk melakukan koneksi.
* Saya anggap semua berjalan lancar. Setelah internet tersambung lakukan setting sharing internet dari PCC (PClinuxOS Control Center)
* Pilih menu Network and Internet dan pilih share internet……
* Konfigurasi dengan Telkomsel Flash Unlimited :
* IP Telkomsel Flash : 192.168.100.101
* Primary DNS Server : 202.3.208.10
* Secondary DNS Server : 202.3.210.10
* Masukan IP Telkomsel Flash di kolom gateway PCLinuxOS dan masukan IP DNS server Telkomsel Flash di kolom DNS Server PCLinuxOS
* Konfigurasikan semu yang di minta oleh PCLinuxOS sesuai dengan jaringan LAN anda….
* Biasanya PCLinuxOS akan meminta anda untuk melakukan istalasi Shorewall, lakukanlah instalasi shorewall secara otomatis, apabila gagal melakukan instalasi secara otomatis lakukan instalasi dengan menggunakan Synaptic.
* Setelah konfigurasi PCLinuxOS selesai, konfigurasikan NIC di komputer – komputer client dengan memasukan IP Gateway PCLinuxOS dan DNS dari Provider.
* Setelah semua konfigurasi berjalan dengan benar tiap – tiap komputer yang terhubung dengan gatewai PCLinuxOS bisa menikmati internet sacara bersamaan dengan komputer lain.

seminar harus bagus penampilannya…